subhanallah sekali langit sore ini, awesome :D -bandung, 130313-
subhanallah sekali langit sore ini, awesome :D -bandung, 130313-
“I’m always amazed at the statement of al-Hasan al-Basri where he says that the hafidh of the Qur’an is not just preserving the Qur’an through his hifdh. No, rather the Qur’an is what is preserving him/her.
The more we surround ourselves with the Qur’an and busy ourselves in its recital and memorisation, the more Allah preserves us and protects us through it.
When we think about how, at times, thousands of Angels descended with just one Surah (e.g. Al-An’am) or one verse, it is no surprise then to know that Angels surround, protect, and walk alongside the huffadh of Qur’an who spend their days in the company of this Book. It is no surprise if – due to their continuous recital – they find their life blossoming, their affairs being taken care of, their illnesses being removed, their heart being settled in peace, things working out for them and so on. When you preserve the Qur’an, realise that the Qur’an preserves you tons more.
May Allah make us from amongst the people of Qur’an, ameen.” (Fajr)
“the hafidh of the Qur’an is not just preserving the Qur’an through his hifdh. No, rather the Qur’an is what is preserving him/her.
ada yang mendapatkan peran baru karena telah dipanggil lebih dahulu oleh Allah, ada juga yang mendapatkan peran baru karena telah menyempurnakan separuh agamanya. Barakallah laka saudaraku, bakallahu laki saudariku, engkau telah mendapatkan peran baru di…
another twilight, today. -bandung, 100313- http://wp.me/s28WCD-270
another twilight, today. -bandung, 100313-
God’s creation is so beautiful :D
bagiku, langit selalu indah untuk dipandang, setiap detiknya, lukisan dari Tuhan ini selalu berbeda. dan, senja adalah puncak keindahannya :D -senja hari ini, bandung 080313-
senja sore ini, tak jauh beda dengan pemandangan dari asrama putri MAN 3 Kediri 4 taun lalu. well, i miss my past
sepulang ngantar temen dari start bisnis nya, satu kata yang representatif adalah “wow”
memang benar, permulaan itu tidak gampang, apalagi memulai bisnis yang memang dari titik nol, rasanya masih jauuuh kalo ngomongin masalah keuntungan yang bakal didapet. tapi, itulah bisnis. pelaku bisnis yang “original” adalah mereka yang tidak berorientasi sama keuntungan, tapi lebih kepada apa yang menjadi rute perjalanan yang ditempuh dalam bisnis yang dirintisnya
ngejalanin bisnis memang harus berjuang, dan itu tidak gampang. harus berani mengambil resiko yang mungkin besar. tapi tidak sedikit juga orang yang malah jalan nya dimudahkan sama Allah, ini namanya rejeki :D
bahkan, rasanya saya masih jauh dari permulaan, atau bahkan mungkin pra-permulaan? masih harus menumbuhkan “suka” dulu sama bisnis, meraup banyak-banyak wawasan perbisnisan, baru mencoba memulai, jauh memang
jadi inget kata-kata bapak perajin yang jadi objek pencarian gerbang pembuka bisnis temen saya tadi siang, kata beliau “saya suka ngeliat anak muda yang sudah berani untuk berbisnis”
mungkin sekarang saatnya saya harus memikirkan rencana bisnis untuk masa depan. bukan untuk mencari keuntungan, tapi untuk menambah sarana pendewasaan diri saya sendiri, ini yang sangat penting. karena dengan bisnis, kita memang benar2 dituntut untuk bisa berpikir kompleks, yang merupakan dari imbas atau efek samping perjalanan bisnis nya itu sendiri
Menjadi anak laki-laki yang dekat dengan ibu, adalah sesuatu yang wajar , anak laki-laki memang cenderung lebih dekat dengan ibu, kepadanyalah seluruh ketaatan sebagai seorang anak lebih utama, 3 kali lebih utama dibandingkan kepada ayah, bahkan tidak terputus setelah laki-laki itu menikah.
Menjadi anak laki-laki yang dekat dengan ibu, ada sebuah kecenderungan aneh.
Kecenderungan yang kadang tidak disadari oleh setiap laki-laki ketika dia mencari pasangan hidupnya.
Ketika dia melihat perempuan lain untuk dijadikan pendamping, selalu muncul bayang ibunya dibenaknya. Seorang lelaki mencari seseorang yang mirip dengan ibu yang dicintainya.
Mencintai hal-hal yang juga dicintai ibunya, membenci hal-hal yang juga di benci oleh ibunya.
Bayang-bayang ibu selalu ikut bersama diri laki-laki.
Dialah perempuan utama yang dikenalnya dari bayi, sosok perempuan paling ideal menurutnya untuk dijadikan pendamping hidup, maka dia mencari perempuan yang mendekati mirip dengan ibunya.
Bagiku, ibuku cukuplah menjadi ibuku, tidak ada yang menyamai. Tidak perlu mencari perbandingan yang menyerupai, pembandingan pembandingan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Aku berusaha berlepas dari bayang bayang ibu ketika mencari perempuan, ada banyak hal yang tidak bisa disetarakan dengan ibuku, tapi aku yakin, perempuan pilihanku nanti adalah ibu terbaik juga untuk anak-anakku.
Ibuku cukuplah menjadi ibuku, setiap orang diciptakan berbeda pada dasarnya, aku sebagai anak laki-laki yang lebih dekat dengan ibu.
Cukup buktikan kepada ibu, bahwa anak laki-lakinya juga pintar memilih dan memiliki masa depan, sesuatu hal yang kadang dilupakan oleh sebagian besar ibu.
Adalah anak perempuan jaman sekarang, berbeda dengan jamannya. Cukup hadirkan anak perempuan yang baik. Anak perempuan pilihan kita masing masing.
Meski sulit untuknya, untuk seorang ibu, mempercayakan anak laki-laki nya diurus oleh perempuan lain. Tapi pada akhirnya ia akan mengerti, karena ia juga seorang perempuan.
Hal ini juga sering terjadi sebaliknya bagi perempuan , ketika terjadi FATHER COMPLEX, ketika ia sulit lepas dari bayang-bayang ayahnya, mencari laki-laki pun distandarkan dengan kebaikan-kebaikan ayahnya yang ia peroleh dari kecil, laki-laki paling baik adalah yang seperti ayahnya.
BANDUNG , 17 Maret 2012
Dalam rangka Dies Natalis ITB ke-54, semoga secarik e-mail dari Founder Beasiswa ITB Untuk Semua, Ibu Betti Alisjahbana memberikan secercah harapan untuk putra-putri terbaik bangsa, para calon pemimpin bangsa *eaaa, klasik banget :D, berikut e-mailnya, :D
“Rekan-rekan,
Saya membaca kegundahan teman-teman di thread berjudul ” Kuliah di ITB Rp. 10 juta per semester”. Sesuai dengan apa yang telah di paparkan oleh pak Prof. Kadarsah dan Ibu Marlia Singgih di Hang Lekiu minggu lalu, berikut ini adalah informasi yang lebih lengkap tentang biaya kuliah di ITB :
- Mulai tahun 2013 tidak ada lagi biaya pendidikan di muka ( yang dulu besarnya Rp. 55 juta). Biaya ini di nol kan.
- Biaya kuliah per semester besarnya adalah Rp. 0 sampai Rp. 10 juta, tergantung pada keadaan ekonomi keluarga. Tujuannya agar tidak ada orang yang tidak bisa kuliah di ITB karena masalah ekonomi keluarga.
- 20 % kursi mahasiswa baru disediakan untuk mahasiswa yang berasal dari ekonomi lemah. Mereka mendapat beasiswa bidik misi. Jadi selain biaya kuliah per semester nya Rp 0. mereka juga mendapatkan beasiswa biaya hidup.
- lalu yang 80% mahasiswa baru lainnya, biaya kuliah nya ada yang di disubsidi 0 %, 25 %, 50 % dan 75 %. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, hanya sekitar 20 % saja yang membayar penuh (subsidinya 0%)
Melalui e-mail ini saya mengajak semua alumni untuk mengkomunikasik-an soal biaya kuliah ini dengan lengkap kepada masyarakat luas, agar tidak timbul persepsi bahwa ITB hanya untuk orang kaya. ITB UNTUK SEMUA.
Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana”
-Mohon disebarkan info ini kawan-kawan-
do you?
indeed, pray fix everything, even the unperfect effort
indeed, pray fix everything, even the unperfect effort
ketika ruhiyah justru dibawah batas, itulah hal yang paling saya takutkan, dibandingkan ketidaktercapaian resolusi yang bersifat duniawi
randomthinking
shared via WordPress.com